Selasa, 15 Desember 2015

NEW
Kediri Waterpark adalah Mega Proyek kabupaten Kediri dalam tingkatkan sisi Pariwisata. Saat Bupati Sutrisno saat itu (1 Mei 2010)tempatkan batu pertama pembangunan ruang wisata waterpark, dan terpublikasikan di sebagian media-media buat maupun elektronik, menyebabkan apresiasi tinggi masyarakat. Jika nyata-nyata terwujud, kebanggaan masyarakat akan pergantian sisi wisata di daerahnya pasti terlihat, dapat juga saja bukan hanya untuk warga Kediri. Ruangan wisata yang ada di dataran tinggi, yang telah dilengkapi service penginapan hotel, obyek wisata yang lain (wisata religi Puh Sarang) dan beritanya perumahan moderen Bukit Podang Residence juga berdiridisana, pasti betul-betul memikul perubahan ekonomi pendapatan asli daerah (PAD) yang menjanjikan dari sisi pariwisata ini.
Dilengkapi permainan waterslide panjang 100-200 mtr., monorail yang dioperasikan malam hari buat nikmati pemandangan Kota Kediri diwaktu malam, serta gondola yang menghubungkan dua bukit buat raih waterslide. Object wisata ini di idamkan mampu mendatangkan wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri. Perumahan Bukit Podang Residence yang dibangun realestat ini memiliki rencana villa. Alasan penentuan Desa Pagung sbg ruang pembangunan karena letaknya ada pada ketinggian 350 mtr. di atas permukaan laut dengan suhu waktu malam hari 21 – 22 derajat celcius, siang hari 29 – 30 derajat celcius hampir sama dengan kota Malang.

Kediri Waterpark

Read More

5 Makanan Khas Kediri Yang Terkenal, Jawa Timur
Sate Emprit ini adalah sate yang berbahan dasar dari burung emprit. Pengolahanya emprit yang dibakar kemudian diolah seperti masakan sate biaasanya. Sebagai penyedap rasa, sebelum dibakar, sate emprit dikasih air yang tercampur dengan asam, gula merah, serta bawang putih. Setelah dibakar, dioles dengan bumbu sate, yakni kecap dicampur dengan sambal kacang. Biasanya dalam satu sunduk ada 2 daging burung emprit, di padukan dengan saos bumbu sate dan dalam penyajianya di kasih lalapan timun juga irisan bawang merah.

Sate Emprit Khas Kediri

Read More

5 Makanan Khas Kediri Yang Terkenal, Jawa Timur
Nasi Pecel Tumpang ini biasanya disajikan di atas pincuk daun pisang. Nasi yang masih mengepul hangat, diatasnya diberi sayuran daun pepaya, daun kenikir, daun ketela pohon, kacang panjang, buah pepaya muda dan kecambah, lantas diguyur dengan sambal pecel dan sambal tumpang. Sambal tumpang yang bumbunya komplit, pedas, asin, gurih berpadu dengan sambal pecel yang berasa pedas manis. Diatasnya ditaburi lalapan rajangan mentimun, lamtoro dan daun kemangi. Lauknya biasanya perkedel singkong, tempe atau tahu goreng.terakir sebagai pelengkap yaitu di tambahkan peyek

Nasi Pecel Tumpang Khas Kediri

Read More

5 Makanan Khas Kediri Yang Terkenal, Jawa Timur
Awalnya tahu takwa ini dikenalkan oleh pengusaha asal Cina bernama Bah Kacung, Tahu ini merupakan oleh-oleh khas Kediri sejak tahun 1912. Pengambilan nama takwa sendiri berasal dari bahasa Mandarin yang berarti aroma. Tahu ini aromanya gurih dan sangat menggoda bahkan sebelum dirasakan di lidah. Tahu takwa ini mempunyai rasanya gurih dan tidak ada rasa masam sama sekali. Ini dia yang membuat tahu takwa berbeda dengan tahu lainnya. saat digoreng, kulit luarnya crispy, tapi bagian dalamnya tetap lembut.

Tahu Takwa Khas Kediri

Read More

5 Makanan Khas Kediri Yang Terkenal, Jawa Timur
Sate Bekicot ini merupakan produk makanan yang terbuat dari olahan bekicot. makanan khas kediri yang satu ini berpusat di Desa Djengkol, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, tepatnya 10 kilometer dari kawasan Monumen Simpang Lima Gumul. Selain menyediakan sate bekicot, di daerah tersebut biasanya juga menyajikan makanan olahan dari bekicot lainnya, seperti oseng-oseng bekicot, krengsengan bekicot dan kripik bekicot.

Sate Bekicot Khas Kediri

Read More

5 Makanan Khas Kediri Yang Terkenal, Jawa Timur
Soto Kediri ini seperti soto ayam pada umumnya, akan tetapi soto ini memiliki cita rasa yang gurih dan nikmat serta sedap yang tidak bisa ditemui pada soto ayam lain. Perbedaan Soto Kediri ini dengan soto ayam lainya, yaitu pada kuah soto Kediri dikasih santan sehingga rasa soto ini menjadi gurih.

Soto Khas Kediri

Read More


Klenteng Tjoe Hwie Kiong dibangun pada tahun 1895 oleh warga Tionghoa yang telah bermukim di Kediri. Mereka menggalang dana dengan menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk mewujudkan tempat ibadah pada waktu itu. Pada waktu itu, banyak orang Tionghoa yang berasal dari Fujian, Tiongkok yang meninggalkan negerinya untuk mengadu nasib di tempat lain. Termasuk di antaranya ada yang menuju ke Kediri melalui Sungai Brantas.
Dulu, Klenteng straat sudah menjadi kawasan yang ramai. Klenteng straat, yang sekarang berubah menjadi Jalan Yos Sudarso merupakan bagian dari kota lama di wilayah Kota Kediri yang banyak dihuni oleh orang-orang Tionghoa. Deretan rumah khas Tiongkok yang membentuk hunian pemukiman, banyak menghiasi daerah ini. Mereka berjualan segala kebutuhan masyarakat, mulai dari sembako, pakaian hingga perlengkapan lainnya di sepanjang hampir dua kilometer jalan tersebut. Pemukimannya pun sudah cukup padat. Hal ini dikarenakan daerah ini dekat dengan Sungai Brantas yang dulu merupakan jalur transportasi utama dari Kediri menuju Surabaya atau sebaliknya.

Klenteng Tjoe Hwie Kiong

Read More

Copyright © KEDIRI INDAH | Designed With By Blogger Templates
Scroll To Top